PERAN UTAMA ANALISIS VIBRASI DALAM PREDICTIVE MAINTENANCE

PERAN UTAMA ANALISIS VIBRASI DALAM PREDICTIVE MAINTENANCE

PERAN UTAMA ANALISIS VIBRASI DALAM PREDICTIVE MAINTENANCE

PERAN UTAMA ANALISIS VIBRASI DALAM PREDICTIVE MAINTENANCE

Analisis vibrasi atau getaran adalah teknik kunci dalam predictive maintenance (perawatan prediktif). Teknik ini melibatkan pengukuran dan interpretasi pola getaran mekanis yang dihasilkan oleh mesin yang berputar. Setiap mesin, seperti pompa, kompresor, atau turbin, memiliki pola getaran normalnya sendiri. Perubahan dalam pola getaran ini, baik dalam frekuensi maupun amplitudo, mengindikasikan adanya kerusakan yang mulai berkembang. Analisis vibrasi memungkinkan kita mendeteksi masalah jauh sebelum kegagalan katastrofik terjadi. Kita harus melihat analisis vibrasi sebagai alat diagnostik yang menyelamatkan aset bernilai tinggi.

Penguasaan teknik analisis vibrasi adalah kunci untuk menjadwalkan perbaikan secara proaktif, menghindari unscheduled downtime yang mahal, dan memperpanjang umur komponen vital mesin yang berputar (rotating equipment). Kita harus mampu membaca spektrum frekuensi dan mengaitkannya dengan jenis kerusakan spesifik. Keahlian yang disiplin menjamin bahwa kita dapat beralih dari perawatan reaktif ke strategi condition monitoring yang canggih. Bagi para profesional baik reliability engineer, maintenance planner, vibration analyst, atau equipment specialist, memahami analisis vibrasi adalah prasyarat untuk meningkatkan keandalan pabrik, mengoptimalkan biaya perawatan, dan menjaga keselamatan operasional. Mari kita telaah tiga parameter pengukuran utama dalam analisis vibrasi.

TIGA PARAMETER PENGUKURAN UTAMA ANALISIS VIBRASI

Untuk memahami kondisi kesehatan mesin, data getaran yang dikumpulkan harus diproses dan diinterpretasi melalui beberapa parameter. Tiga parameter ini adalah dasar untuk mengubah sinyal getaran mentah menjadi informasi diagnostik yang berguna. Berikut adalah tiga pilar yang harus kita kuasai:

  1. Amplitudo (Amplitude):

    Amplitudo mengukur seberapa parah getaran yang terjadi. Ini adalah besarnya pergerakan yang dialami oleh komponen mesin dari posisi seimbangnya.

  • Tinggi Amplitudo: Amplitudo yang tinggi seringkali menunjukkan keparahan masalah. Ini sering kali terkait dengan unbalance atau misalignment yang parah.

  • Unit Pengukuran: Amplitudo dapat diukur dalam satuan perpindahan (displacement), kecepatan (velocity), atau percepatan (acceleration).

  • Relevansi: Velocity umumnya digunakan untuk mengukur masalah mesin secara umum. Acceleration lebih sensitif terhadap kerusakan bearing frekuensi tinggi.Amplitudo adalah indikasi seberapa jauh mesin telah menyimpang dari kondisi idealnya. Kita harus membandingkan nilai amplitudo dengan standar ISO 10816.
  1. Frekuensi (Frequency):

    Frekuensi mengukur seberapa cepat getaran tersebut berulang. Frekuensi adalah parameter diagnostik yang paling penting. Frekuensi membantu mengidentifikasi jenis kerusakan.

  • Hubungan dengan RPM: Frekuensi getaran biasanya dinyatakan dalam kelipatan putaran poros mesin (Rotor Speed – 1X RPM, 2X RPM, 3X RPM).

  • Diagnostik Kerusakan: Setiap jenis kerusakan memiliki signature frekuensi uniknya. Misalnya, ketidakseimbangan (unbalance) muncul pada 1X RPM.

  • Analisis Spektrum: Data getaran diubah dari domain waktu ke domain frekuensi menggunakan Fast Fourier Transform (FFT).Frekuensi memungkinkan kita mendeteksi masalah spesifik, seperti kerusakan rolling element bearing pada frekuensi tinggi tertentu. Kita harus mengacu pada tabel fault frequency yang relevan.
  1. Fase (Phase):

    Fase mengukur hubungan waktu atau sudut antara dua sinyal getaran. Fase sangat penting untuk membedakan antara jenis misalignment dan unbalance.

  • Sudut Getaran: Fase mengukur sudut kemana getaran mencapai puncaknya. Pengukuran ini relatif terhadap reference key phasor pada poros.

  • Diagnostik Misalignment: Perbedaan fase pada dua bearing yang berdekatan dapat mengindikasikan misalignment sudut.

  • Koreksi Unbalance: Informasi fase sangat dibutuhkan. Informasi ini berfungsi untuk menentukan di mana massa koreksi harus ditambahkan pada rotor saat balancing di lapangan.Data fase adalah kunci untuk tindakan korektif yang tepat sasaran, terutama dalam field balancing dan laser alignment. Kita harus menggunakan stroboscope atau instrumen yang tepat.

INTEGRASI DALAM CONDITION MONITORING

Analisis vibrasi adalah bagian integral dari sistem Condition Monitoring (CM). Bersama dengan analisis oli dan termografi, CM memberikan gambaran lengkap tentang kesehatan aset. Oleh karena itu, penggunaan online monitoring system semakin umum. Online monitoring system memungkinkan pengawasan terus-menerus terhadap mesin kritis.

PENGEMBANGAN DIRI: KUASAI DIAGNOSTIK DAN FFT ANDA

Menguasai teknik penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) Vibration Data Acquisition Protocol (Route Based) sangatlah esensial. Pahami cara efektif menyusun Standard Operating Procedure (SOP) Diagnosis of Bearing Faults using Envelope Analysis. Kembangkan skill problem solving yang melibatkan masalah menginterpretasikan spektrum vibrasi yang menunjukkan puncak dominan pada 2X RPM, yang mengindikasikan misalignment atau looseness. Skill ini diperlukan untuk meningkatkan daya saing profesional di bidang predictive maintenance, reliability engineering, dan asset management. Selanjutnya, Anda dapat mengawali langkah nyata untuk memperdalam pemahaman teknis ini melalui program pelatihan Certified Vibration Analyst dan Rotating Equipment Reliability. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pengembangan di bidang Analisis Vibrasi, Diagnostik Mesin, dan Condition Monitoring yang relevan dengan kebutuhan karir saat ini, silakan hubungi 085166437761 (SAKA) atau 082133272164 (ISTI).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *