PROSEDUR DASAR OXY-ACETYLENE WELDING

PROSEDUR DASAR OXY-ACETYLENE WELDING

PROSEDUR DASAR OXY-ACETYLENE WELDING

PROSEDUR DASAR OXY-ACETYLENE WELDING

Meskipun teknologi pengelasan modern (seperti TIG dan MIG) semakin populer di lingkungan industri, pengelasan Oxy-Acetylene tetap memegang peran yang sangat penting, terutama dalam aplikasi yang membutuhkan fleksibilitas tinggi, portabilitas, dan kemampuan memotong (cutting) dan mematri (brazing) logam tipis. Pengelasan Oxy-Acetylene menggunakan pembakaran gas asetilena dengan oksigen murni untuk menghasilkan nyala api yang suhunya bisa mencapai lebih dari (), suhu yang cukup panas untuk melebur hampir semua jenis logam.

Metode ini, juga dikenal sebagai pengelasan gas, memiliki kurva pembelajaran yang relatif singkat dan investasi peralatan awal yang lebih rendah dibandingkan pengelasan listrik. Keahlian ini memungkinkan kita untuk bekerja di lokasi tanpa akses listrik atau melakukan perbaikan darurat pada pipa dan struktur logam tipis. Bagi kita, baik sebagai teknisi pemula, seniman logam, atau manajer maintenance lapangan, menguasai prosedur pengelasan Oxy-Acetylene adalah keterampilan dasar yang serbaguna untuk fabrikasi, perbaikan, dan penguasaan teknik kontrol panas pada logam. Mari kita telaah tiga prosedur utama yang wajib dipahami sebelum kita menyalakan obor las.

Tiga Prosedur Kunci sebelum Menyalakan Obor Las Oxy-Acetylene

Keamanan dan kualitas lasan sangat ditentukan oleh persiapan yang cermat terhadap peralatan dan bahan kerja. Tiga prosedur berikut adalah langkah esensial sebelum memulai proses pengelasan.

  1. Prosedur Persiapan dan Pemeriksaan Keamanan Peralatan (Equipment Setup and Safety Check): Keselamatan adalah prioritas utama karena kita berurusan dengan gas bertekanan tinggi yang sangat mudah terbakar. Prosedur ini meliputi:

    • Pemeriksaan Silinder Gas: Memastikan silinder asetilena (biasanya berwarna merah/maroon) dan oksigen (biasanya berwarna hijau/biru) dalam kondisi baik, berdiri tegak dan terikat kuat pada troli untuk mencegah jatuh.

    • Instalasi Regulator Tekanan: Memasang regulator dengan benar pada setiap silinder. Regulator penting untuk menurunkan tekanan tinggi silinder ke tekanan kerja yang aman dan sesuai untuk obor.

    • Pemeriksaan Selang dan Katup Check Valve: Memastikan selang (hijau untuk oksigen, merah untuk asetilena) bebas dari kebocoran dan kerusakan. Pemasangan flashback arrestor pada regulator adalah wajib untuk mencegah nyala api merambat kembali ke silinder.

  2. Prosedur Pengaturan Tekanan Kerja dan Pengujian Aliran (Setting Working Pressure and Flow Testing): Kualitas nyala api dan lasan yang dihasilkan sangat bergantung pada rasio dan tekanan aliran gas yang tepat. Prosedur ini meliputi:

    • Penentuan Tekanan Kerja: Mengatur tekanan kerja pada regulator sesuai dengan spesifikasi ketebalan material yang akan dilas (umumnya tekanan kerja untuk asetilena berkisar antara 5-15 psi dan oksigen sedikit lebih tinggi).

    • Pembersihan Jalur (Purging): Sebelum menyalakan obor, kita harus membersihkan selang dari udara atau gas lain dengan membuka katup sebentar. Ini memastikan hanya gas yang murni yang akan terbakar di ujung obor.

    • Pengujian Tip Obor: Memastikan ukuran tip obor yang digunakan sesuai dengan ketebalan logam. Tip yang terlalu besar dapat menyebabkan terlalu banyak panas dan merusak material.

  3. Prosedur Penyalaan dan Pengaturan Jenis Nyala Api (Ignition and Flame Type Adjustment): Jenis nyala api yang dipilih akan menentukan hasil pengelasan, karena ia mengendalikan suhu dan komposisi kimia area las. Prosedur ini meliputi:

    • Penyalaan Asetilena: Membuka katup asetilena pada obor, menyalakan gas dengan pemantik (striker), lalu menyesuaikan katup asetilena hingga nyala api tidak mengeluarkan asap hitam tebal.

    • Pengaturan Rasio dengan Oksigen: Secara bertahap membuka katup oksigen pada obor. Penambahan oksigen akan mengubah nyala api menjadi lebih pendek dan tajam.

    • Penentuan Tiga Jenis Nyala Api: Menetapkan jenis nyala api yang dibutuhkan, yaitu netral (rasio O2:C2H2 sekitar 1:1, suhu tertinggi, ideal untuk baja), oksidasi (excess oxygen, digunakan untuk brazing kuningan), atau karburi (excess acetylene, digunakan untuk pengelasan logam tertentu yang rentan oksidasi).

Oxy-Acetylene: Fondasi Keterampilan Metalurgi

Pengelasan Oxy-Acetylene adalah keterampilan dasar yang mengajarkan kontrol suhu dan pemahaman mendalam tentang interaksi panas dengan material logam. Penguasaan teknik ini memberikan fleksibilitas tak tertandingi dalam perbaikan dan fabrikasi di berbagai lokasi kerja.

Kembangkan Kompetensi Pengelasan dan Keamanan Kerja Anda

Menguasai teknik penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) pengelasan fillet sambungan T menggunakan Oxy-Acetylene, memahami cara efektif menyusun Standard Operating Procedure (SOP) pemeriksaan kebocoran gas dengan larutan sabun, serta mengembangkan skill problem solving yang melibatkan masalah menganalisis porosity (pori-pori) pada lasan akibat campuran gas yang tidak tepat dan mengelola risiko backfire (nyala api padam tiba-tiba) membutuhkan program pengembangan yang terstruktur dan aplikatif. Jika ingin mendalami cara meningkatkan strategi pemilihan filler rod yang tepat untuk berbagai paduan logam, menguasai skill pengujian kualitas lasan visual dan penetrasi, atau membangun fondasi mindset yang mendukung kinerja optimal di lingkungan fabrikasi logam dan keamanan industri, Anda memerlukan program pengembangan yang terstruktur.

Banyak profesional yang menyediakan panduan mendalam untuk mengoptimalkan diri dan meningkatkan nilai tambah teknis. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pengembangan di bidang Oxy-Acetylene Welding, safety gas handling dan metalurgi dasar pengelasan yang relevan dengan kebutuhan karir saat ini, silakan hubungi 085166437761 (SAKA) atau 082133272164 (ISTI).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *