Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124


Dalam dunia manufaktur dan rekayasa, dua mesin yang memiliki peran fundamental dalam membentuk, menyambung, dan memperbaiki komponen logam adalah Mesin Bubut (Lathe Machine) dan Mesin Las Listrik (Electric Welding Machine). Mesin Bubut bertanggung jawab untuk menciptakan bentuk silindris, ulir, atau permukaan rata dengan tingkat presisi tinggi melalui proses pemotongan (turning). Sementara itu, Mesin Las Listrik bertugas menyatukan dua atau lebih komponen logam secara permanen menggunakan panas tinggi.
Bagi kita, baik sebagai engineer produksi, teknisi maintenance, atau pemilik bengkel, memahami kolaborasi fungsional antara kedua teknologi ini adalah kunci untuk menguasai proses perbaikan, modifikasi, dan penciptaan suku cadang dengan kualitas dan keandalan yang optimal. Integrasi keduanya sangat penting, terutama dalam proses re-manufacturing atau perbaikan komponen yang aus. Mari kita telaah tiga aplikasi sinergis dari Mesin Bubut dan Las Listrik dalam industri.
Seringkali, satu proses manufaktur tidak dapat berjalan tanpa yang lain. Mesin Bubut dan Las Listrik bekerja bersama, di mana proses pengelasan seringkali diikuti atau didahului oleh proses pembubutan. Tiga aplikasi sinergis berikut menunjukkan pentingnya penguasaan kedua keterampilan tersebut.
Aplikasi Hardfacing dan Build-up Welding: Ketika komponen mesin (seperti shaft, roller, atau poros) mengalami keausan parah akibat gesekan atau abrasi, proses hardfacing (pelapisan keras) atau build-up welding (penambahan material) dilakukan untuk mengembalikan dimensi aslinya.
Proses Pengelasan: Mesin Las Listrik (biasanya jenis SMAW atau GMAW) digunakan untuk melapisi area yang aus dengan material pengisi khusus yang memiliki ketahanan aus yang lebih tinggi.
Proses Pembubutan: Setelah material las ditambahkan, permukaan yang tebal dan kasar tersebut harus dikembalikan ke dimensi presisi dan toleransi yang dibutuhkan. Mesin Bubut akan memotong kelebihan material las hingga mencapai ukuran akhir yang ditentukan.
Fungsi Kritis: Proses ini sangat umum dalam maintenance industri, memungkinkan perusahaan untuk memperbaiki komponen mahal daripada harus menggantinya dengan yang baru.
Aplikasi Pembuatan Flensa (Flange) dan Komponen Sambungan Presisi: Komponen sambungan pipa seperti flange (flens) memerlukan dimensi yang sangat presisi pada permukaan dudukan dan lubang bautnya, sekaligus sambungan yang kuat ke pipa atau fitting lainnya.
Proses Pembubutan: Mesin Bubut digunakan untuk membuat permukaan flange menjadi rata sempurna, memastikan tidak ada kebocoran saat disambungkan. Mesin ini juga menjamin diameter lubang baut dan PCD (Pitch Circle Diameter) yang sangat akurat.
Proses Pengelasan: Mesin Las Listrik digunakan untuk menyambungkan flange tersebut secara permanen ke ujung pipa atau bejana tekan. Kualitas las harus tinggi untuk menahan tekanan fluida di dalamnya.
Kebutuhan Presisi: Integrasi keduanya menjamin bahwa sambungan tidak hanya kuat secara struktural tetapi juga presisi secara dimensi.
Aplikasi Pembuatan dan Perbaikan Ulir Khusus: Pembuatan ulir pada poros atau pipa (misalnya ulir Acme atau ulir metrik) seringkali merupakan kombinasi dari pembubutan dan terkadang pengelasan.
Proses Pembubutan Ulir: Mesin Bubut dengan fitur threading digunakan untuk mengikis material membentuk profil ulir yang spesifik.
Perbaikan Ulir dengan Las: Jika ulir rusak parah, teknisi mungkin perlu mengisi area yang rusak dengan material las terlebih dahulu. Setelah material las mendingin, ulir baru dapat dibuat kembali di atasnya menggunakan Mesin Bubut.
Efisiensi Setup: Dalam bengkel modern, penempatan Mesin Bubut dan Mesin Las yang berdampingan (dengan pemisahan area kerja yang aman) sangat efisien karena teknisi dapat dengan cepat beralih antar proses tanpa memindahkan komponen berat terlalu jauh.
Menguasai Mesin Bubut menuntut pemahaman tentang kecepatan putaran, kedalaman pemotongan, dan pemilihan pahat yang tepat. Sementara itu, mengoperasikan Mesin Las Listrik menuntut pemahaman tentang arus yang tepat, pemilihan elektroda/kawat las, dan teknik penyambungan. Keterampilan yang saling melengkapi ini didasari oleh pemahaman yang kuat tentang standar keselamatan (Personal Protective Equipment/PPE) dan kontrol kualitas.
Menguasai teknik setting Mesin Bubut untuk mendapatkan toleransi micrometer yang ketat, memahami cara efektif menyusun Standard Operating Procedure (SOP) untuk build-up welding pada poros aus, serta mengembangkan skill problem solving yang melibatkan masalah mengatasi distorsi material akibat panas pengelasan dan memitigasi runout pada hasil bubutan membutuhkan program pengembangan yang terstruktur dan aplikatif. Jika ingin mendalami cara meningkatkan strategi pemilihan kawat las yang tepat untuk hardfacing, menguasai skill pembubutan ulir majemuk, atau membangun fondasi mindset yang mendukung kinerja optimal di lingkungan re-manufacturing dan kontrol kualitas komponen mesin, Anda memerlukan program pengembangan yang terstruktur.
Banyak profesional yang menyediakan panduan mendalam untuk mengoptimalkan diri dan meningkatkan nilai tambah teknis. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pengembangan di bidang Teknik Mesin Bubut, Las Listrik Industri, dan Manufaktur Presisi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, silakan hubungi 085166437761 (SAKA) atau 082133272164 (ISTI).